Ditulis Oleh : Muhamad Zamroni
Jajan di kaki lima atau di “Kafe Payung” sungguh menggiurkan. Di samping jajanannya murah meriah juga sangat menggoda karena rasanya bermacam-macam memenuhi selera pembeli. Bahkan dengan citra rasa yang menggoda dengan aroma yang menarik, menyebabkan pembeli antre berjejalan untuk menadapatkan pelayanan. Menjelang istirahat jam pertama Pak Roni guru agama kelas dua SD.
“Sari Hebat …”
kembali mengingatkan kepada murid-murid kesayangannya agar berhati hati dalam membeli jajanan.
“Anak- anakku, ingat nasihat Bapak ya! Saat beli jajanan nanti, tolong dikurangi yang banyak mengandung P 3-nya ya!”
Luthfia, murid yang aktif menyahut, “Pak … P 3 itu apakah singkatan dari Profil Pelajar Pancasila!”
“Betul sekali, Nak!, namun yang Bapak maksud adalah Pengawet, Perasa dan Pewarna buatan. Jadi saran Bapak, dalam membeli jajanan usahakan yang alami dan menghindari bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh kita. Pengawet, perasa dan pewarna buatan yang berlebihan sangat berbahaya bagi tubuh kita, apalagi pada usia kalian itu masih pada masa pertumbuhan.”
Meskipun naiehat ini kedengarannya sangat sederhana, namun Pak Roni berharap, bahwa jajanan yang dibeli dan dikonsumsi murid muridnya tetap “halalan toyyiba” (halal dan baik, bergizi, sehat, beragam dan berimbang) sehingga kesehatan, kebugaran dan pertumbuhan murid murid tetap terjaga dan terpelihara. ***

